| |
|
|
|
|
iklan
>>>click
here
HOME-AC POEM
SOCIETY |
Posted by Nuruddin Asyhadie on September 11, 1999 at 11:34:04:
Beatniks
seperti anak-anak lain di negeri ini ia dilahirkan lewat telinga. "namaku karna, anak haram sang hidup. ibuku pelacur kunti. bapakku dewa-dewa vasco de gama, jan pieter coen, rafless, khan!" maka ia bukanlah malin kundang. ia dan anak-anak itu adalah aib yang tahu letak duduk dan petarangan. setiap hari menyalang matahari. dan bersama anak-anak lain menembakkan ludah ke udara, meski tertepuk muka sendiri. demikianlah. di dinding itu, anak-anak yang dilahirkan lewat telinga itu menuliskan dirinya, menuliskan kematian yang terkandung di nafasnya. seperti anak-anak lain di negeri ini ia dilahirkan lewat telinga maka ia bukanlah malin. ia dan anak-anak itu adalah luka. nanah yang dilemparkan ke tong samapah pada suatu malam celaka--yang mencoba bicara dengan bahasa sendiri (meski orang sebut itu zombie atau frakenstein)meski retak. memang retak. 1999
|
|
Since
November 14th, 1996. All right reserved. ©+® 1996 - 2006 by AnjungCafe Sdn Bhd.
No part of this web site
and the "Anjung Cafe" name shall be reproduced, stored in a retrieval
system,
or transmitted by any means, electronic, mechanical, photocopying,
recording,
or otherwise, without written permission from AnjungCafe Sdn Bhd. (Company No:632695 W).
All Rights Reserved,
Unauthorized
duplication is a violation of applicable laws.
|
|