|
Sajak
Muka Depan Sajak |
Hantar idea kreatif anda ke
Sajak
Kenangan Kabur KENANGAN KABUR (nukilan serikandi)
Telah ku teruskan langkah,
Teruskan perjalanan, tanpa mengundur kebelakang,
Hari-hari ku dah tak longlai lagi,
Jasadku bersemangat kembali.
Namun, dalam senyap dan lenaku,
Kenangan kabur yang usang singgah lagi,
Dalam kelunakan nyanyian lagu hatiku tersentuh,
Menderu datang kenangan kaburku...
Tersentak nadi, tertusuk kalbu,
Ku gamit selimut dan eratkan lagi tutupan mataku,
Namun air mata tetap tergumpal,
Ku tarik nafas tenangankan jiwa,
Tapi deruan kenangan kaburku terus melanda…
Di sisiku,
Yang nyata lena di dada...dia setia(suamiku)
Tetapi kenangan kaburku tetap menggangguku…
Aku tak mau ianya datang, tak mau curang pada cinta ini
Tapi kenangan kaburku berdegil juga
Air mataku tadinya bergumpal sekarang bercucuran,
Kenangan kaburku tak kabur lagi,
Perasaanku jelas bagaikan nyata,
Seperti baru semalam hatiku diluka,
Ku ingat kembali peristiwa kita bersama,
Duka dan tawa,
Gaduh dan gembira,
Benci dan cinta...ya, cinta yang kau sembunyikan,
Air mata ku makin deras membasahi pipi
Ku tahan tangisan ini dengan mengamit selimut dibibirku
Wajahnya masih kabur tapi susuk badan dan geraknya mungkin ku lupa,
Lagaknya masih dikelopak mataku, bau kegemarannya seakan dapatku hidu,
Senyuman dan gelak tawanya nyaring lagi di telinga,
Kenangan ini melukis senyuman dibibirku,
Perasaan redhaku timbul semula...
Lupanya aku tiba dihujung kenangan kaburku
Nafasku mula tenang
Air mataku berhenti mengalir
Jiwaku lega,
Senyumanku tadi surut semula,
Mataku terus tertutup lena,
Kenangan nyataku kabur kembali,
Esok akan ku tempuhi hidup reality...
~R~
Statistik Kandungan
|
|