|
Sajak
Muka Depan Sajak |
Hantar idea kreatif anda ke
Sajak
Kepada Yth Tuan Marzuki Usman by Sutan Iwan Soekri Munaf on March 22, 2001 at 12:34:30:
Kepada Yth Tuan Marzuki Usman
Sutan Iwan Soekri Munaf =================== Kepada Yth Tuan Marzuki Usman Anggap saja aku duduk di depanmu melontar tanya yang selalu mengganggu tentang Abu dan Badu, dua orang di antara 190 juta penduduk Indonesia Abu itu 'wong cilik' Kerjanya sektor informal tidak terkena objek pajak Penghasilannya, pas-pasan UMR pun tak berkutik Berkediaman di rumah gombal Kata orang, tipe RSSS alias Rumah Sangat sempit Sekali Badu itu konglomerat pemilik ratusan perusahaan Sektornya sektor formal dari hulu hingga ke hilir Dari PPhnya sudah ketahuan Termasuk Pembayar Pajak Perseorangan Terbesar Berkediaman di Pondok Indah, lagi Saat membandingkan antara Abu dan Badu Selalu tanya mengganggu Siapa lebih kaya di antara keduanya? Coba bandingkan saat membeli beras Keringat habis terperas Satu hari pas Abu cuma sanggup beli beras Satu kilogram Harganya Rp 1.500 di pasar Namun Badu bisa membeli saat batang padi masih menghijau di sawah dan diborong berhektar-hektar Cuma harganya Rp 500 per kilogram Coba bandingkan lagi saat membayar pajak Anak-anak Abu ingin menonton Pergilah Abu ke toko membeli televisi hitam-putih Dalam kuitansi tertera PPn 10% Namun Badu saat oknum mengambil SPT-nya di rumah Badu Menyelipkan pelicin sehingga PPhnya menciut sekecil mungkin Begitu pun termasuk Pembayar Pajak Perseorangan Terbesar Coba bandingkan lagi soal waktu yang kata orang berharga itu Bagi Abu pergi ke Tanah Abang untuk berdagang Bisa menghabiskan berjam-jam karena keenakan berhimpitan dalam bis kota di tengah kemacetan ibukota Namun Badu pergi ke kantornya di bilangan Segi Tiga Emas Jakarta Cuma 15 menit dari rumahnya menggunakan Baby Benz lewat jalan tol, tentunya Coba bandingkan satu lagi soal waktu dalam urusan penyelesaian KTP Bagi Abu mengurus perpanjangan surat sakti itu, yang selalu ditanyakan Petugas Kamtib, yang tarif resminya Rp 1.000 Oknum-oknum meminta bagian sampai Rp 30.000 dan selesainya sampai 6 bulan Namun Badu cuma keluarkan dari kocek Dua lembar Rp 50.000-an dan KTP baru diantar ke rumah 2 jam kemudian Coba bandingkan lagi soal biaya perawatan Bagi Abu, kalau bisa beli mobil Pasti mobil kelas Mazda Kotak Sabun Yang tahunnya kelewat tua dan setiap 3 bulan langganan bengkel menghisap dana perawatan lumayan besar untuk kantong Abu Namun Badu sudah menjadwalkan Setiap awal tahun beli mobil baru dan akhir tahunnya segera dijual Biar tidak masuk bengkel, katanya Coba bandingkan lagi soal kesanggupan berutang termasuk membayar bunga Bagi Abu memasukkan anaknya sekolah ke perguruan tinggi Memang cita-cita merobah nasib Cuma Abu rela pergi ke Perum Pegadaian Menitipkan agunan senilai 4 kali pinjaman dengan bunga 4% sebulan dengan masa hangus 6 bulan Namun Badu saat membangun perusahaan barunya, kata orang, diversifikasi usaha, datang ke bank cuma bawa studi kelayakan tanpa agunan dan kredit ratusan miliar mengucur dengan sukubunga paling tinggi 20% Malah seringkali negosiasi, lebih rendah lagi dengan masa pengembalian sedikitnya 5 tahun Kalau pun macet, utangnya bisa dihapuskan Coba bandingkan lagi soal memanfaatkan teknologi Bagi Abu mengabarkan berita pedih kepada ayahnya di kampung tentang kematian adiknya saat tertangkap tangan mencopet, yang paling cepat pergi ke Wartel dan menginterlokal ke Kantor Kecamatan, sekitar 3 KM dari kampung halamannya, karena telepon baru sampai di sana, sebagai salah satu keberhasilan IDT Sambil terbata bercakap dengan ayahanda matanya mendelik ke arah digit demi digit yang bergerak Angkanya sudah ratusan pulsa Namun Badu saat pesan kiriman barang dari luar negeri cukup dengan masuk ke internet dan pulsanya cuma puluhan Ya, tanya itu selalu menggoda Siapa sebenarnya yang lebih kaya di antara keduanya.... Abukah? Badukah? Ya, anggap saja ini bukan omongkosong di antara kita Jakarta, 1996
Statistik Kandungan
|
|