by Sutan Iwan Soekri Munaf on August 01, 2001 at 08:20:55:
Berita Sebelum Berangkat
I
Berita itu bukan sekadar kalimat dalam wacana yang mempertemukan dua pasang mata menyusun huruf demi huruf. Ketika sorot matamu melepas kata yang menjelaskan berita, tak ada lagi was-was. Perjalanan pun akan menyimpan kembali kisah, bukan sekadar berita dan dua pasang mata bercakap dalam bahasa tatap
Ya, dalam sorot matamu mengantar getar
yang lama tak kurasa lagi
II
Barangkali langkahmu menyusun kalimat, membangun wacana dan aku memungut kembali huruf demi huruf dalam jejak hasrat. Kemudian membaca berita sepi dari balik potret usang yang terpajang pada setiap suratkabar rindu. Kata demi kata pun tanggal begitu saja!
III
Ya, tidak ada sorot mata cemburu. Kata pun melangkah
Tinggalkan waktu dan hari-hari. Kalimat pun mulai terbang menggapai wacana awan dan melepaskan huruf demi huruf yang merangkai getar kata pada sorot mataku. Matamu seperti dulu, melangkah tanpa jejak. Bercakap tanpa kata dan kalimatnya menjadi pisau yang menancap ke bilik hati.
Ya, aku ingin sekaliu melangkahkan kata tanpa jejak dalam kalimat hasrat dan menangkap makna dalam sorot matamu: Semua tak pernah kunyana!
IV
Berita ini bukan sekadar makna dalam hadirmu ke sini - Ruang jiwa menyala-nyala.
Barangkali wacana rindu sudah hangus dibakar sepi dan kalimat pun terperangkap.
Kata-kata menjerit-jerit dikepung nyala api cinta. Huruf-huruf panik sendiri
Aku ingin sekali menjadi rindu dalam langkahmu!
jakarta, juli 2001