Buy Domain at RM40 /year . Hosting at RM10/ year.
Beli hosting, bina laman blog & buat duit!
Get Credit Cash Back 10% at AnjungCafe Hosting  

AnjungCafe.com
 
SMS_Chat Make Money On The Net My_AC Email Iklan Kenalan Who's?|chat

baju hadiah Menangi baju AnjungCafe pada setiap minggu dengan menghantar karya-karya anda kepada kami. Lihat syarat-syarat penyertaan.

Sajak
 
Muka Depan Sajak | Hantar idea kreatif anda ke Sajak

Penyair Itu Binatang Apa?

by sutan iwan soekri munaf on August 12, 2001 at 06:53:32:



Penyair Itu Binatang Apa?


Penyair itu binatang apa? Jelas bukan kucing buduk dan bukan pula binatang jalang. Dan yang jelas, penyair itu bukan binatang, sayang. Kamu boleh bilang kucing itu binatang. Dan binatang jalang adalah masa lalu, yang terkubur di buku cetak-buku cetak. Kini, penyair itu produsen dan produknya adalah syair alias puisi alias sajak.

Tapi, apa sebenarnya penyair itu?
Penyair? Tidak terlalu mudah untuk memberi batasannya. Jika benar dia itu produsen, jelas membutuhkan konsumen. Konsumennya adalah pembaca syair, pembaca puisi, pembaca sajak.

Lantas, sebagai penyair, apa yang dibutuhkan?
Penyair merupakan profesi. Dan selain sebagai produsen, seyogianya dia itu adalah investor. Investor adalah pemilik dan dengan kepemilikannya dia akan menginvestasikan kepemilikannya agar menjadi bertambah, berlipat ganda, serta memberi manfaat. Penyair tak memiliki, maka berhentilah sebagai penyair. Penyair harus memiliki. Dengan kepemilikannya, penyair dapat melakukan investasi yang pada gilirannya akan melahirkan produknya, tentu ujung-ujungnya akan melipatgandakan kepemilikannya, dan akan memberi manfaat bagi dirinya dan atau kepada orang lain.

Tentu saja, penyair yang investor tidak perlu berbohemian sebagaimana mahluk purbakala penyair yang hidup dengan ciri-ciri rambut gondrong, hidup tak teratur, kalau perlu mengidap penyakit sipilis, atau rajasinga karena pergaulan di lorong hitam, badan kerempeng dengan kecenderungan kuat terjangkit busung lapar, namun bersuara keras, mata berbinar-binar, dan setiap waktu mabuk dalam puisi-puisinya. Penyair yang investor barangkali punya profesi lain, dia boleh jadi seorang arsitek, seorang dokter, seorang pengacara, seorang politisi, seorang tukang masak, seorang penjaga pompa besin, seorang ibu rumah tangga, seorang pelukis, seorang penyanyi, seorang musisi, bahkan seorang pelamun sekali pun. Penyair yang investor boleh jadi berdasi, berjas, dan punya pertemuan di cafe atau di monitor komputernya, atau cangkingan handphone. Penyair yang investor punya kebiasaan membaca buku-buku, kelaparan pada buku-buku, dan boleh jadi mempunyai kegarangan dalam bentuk-bentuk tersendiri.

Penyair investor apakah suka mabuk?
Boleh jadi, ya. Bentuk mabuknya, misalnya bikin acara besar-besaran di hotel berbintang. Atau sibuk membicarakan karangannya yuang disebar di situs-situs maya. Atau sibuk menggarap kegiatan-kegiatan untuk mensosialisasikan karangannya. Penyair yang investor itu, berkat kepemilikannya, akan selalu berpikir sebagai produsen, dan bertingkahlaku cenderung ekonomis. Pergaulannya dan lingkungannya melahirkan penyair yang bersikap-tindak dalam batas-batas memahami pemikiran-pemikiran orang lain dan bersedia berbeda pemikiran dengan orang lain, serta menghargai adanya perbedaan itu.

Jadi, apakah kamu akan bertanya lagi tentang penyair?
Ya, penyair itu adalah investor, yang setiap saat jeli memperhatikan pada sektor mana dia akan menginvestasikan kepemilikannya. Tentu saja, sayang, penyair yang investor itu akan selalu memperhatikan portofolio investasinya. Bukankah membawa telur dalam satu keranjang amat berisiko tinggi? Penyair yang investor punya portofolio investasinya. Boleh saja kepemilikannya dia letupkan pada puisi-puisi cinta, misalnya. Lain kali pada puisi-puisi jenis lainnya. Atau boleh saja penyair yang investor akan menginvestasikan kepemilikannya pada puisi realis, atau puisi postmodernisme, atau betuk lainnya.

Dan yang paling penting, sayang, jika engkau bertanya tentang penyiar yang investor itu, apa bedanya dengan penyair masa lalu yang terkubur di dunia cetak itu? Penyair yang investor tidak pernah terkekang oleh redaktur. Berkat kepemilikannya, dia bebas menginvestasikannya ke mana-mana. Namun, tentu saja dia memahami sekali tingkat keuntungan yang didapatnya berbanding lurus dengan tingkat kerugiannya. Dan untuk mendapatkan keuntungan sebagai manfaat dari produknya, maka kejelian penyair sebagai investor untuk menginvestasikan kepemilikannya adalah amat penting. Dia harus jeli dan harus mau berlatih, serta harus mau belajar dari kesalahan dirinya maupun kesalahan orang lain. Penyair yang investor selalu mematuhi mekanisme pasar, dan agak sungkan menciptakan pasar semu (the false market).

Ya, sayangku, agaknya itulah penyair yang investor. Jelas, penyair yang investor bukan ingin menjaring eksekutif muda untuk menjadi produsen, namun sebagai produsen, penyair yang investor sekadar ingin melipatgandakan kepemilikannya, sekaligus menarik manfaat dari hasil investasinya.

Ragunan, Mei, 2001

 

Statistik Kandungan
Penulisarchive(klik lihat profail)
Markah Undian-
Populariti114
Tarikh2005-09-20

Sila Undi


Since November 14th, 1996. All right reserved. ©+® 1996 - 2008 by AnjungCafe Sdn Bhd(Company No:632695 W).
No part of this web site and the "Anjung Cafe" name shall be reproduced, stored in a retrieval system, or transmitted by any means, electronic, mechanical, photocopying, recording, or otherwise, without written permission from
AnjungCafe Sdn Bhd. (Company No:632695 W).

All Rights Reserved, Unauthorized duplication is a violation of applicable laws.