by Qatrunnada on January 12, 2001 at 06:35:15:
mahligai Airmata buat mu sayang
Di kamar hati daku mengintai
Celahan dedaunan kerinduan
Sayup - sayup bebayang kasih mu
Menghilang dari tebing mata ku..
Entah mengapa diri ini terpanggil
Untuk mengait secarik mimpi semalam
Biarpun ianya lusuh kesepian
Akan ku anyam kembali dengan bebenang kasih
Selembar sutera kasih…ku hadiahkan kepada mu
Menyelimuti diri yang kedinginan
Beralaskan keluh resah
Embun kepahitan menyelubungi
Malam yang berpanjangan
Adakah kehadiran ku benar- benar
Meredakan kesyahduan dan kesunyian mu
Ayuh… pegang erat jemari ku
Akan ku bawa dikau ke istana menanti
Redup mata kau memandang ku
Menebar seribu satu jaringan persoalan
Tidak bisa daku merongkaikannya
Satu persatu ku titipkan bicara
Mengulit perutusan yang dikau hamparkan
Tiada apa perlu diungkapkan lagi
Pelita hati ku berapikan kasih mu
Tidak mungkin akan ku biarkan ia padam
Membakar dan menghangatkan semula
Kenangan dan Kegembiraan yang kita
Lalui suatu masa dahulu….
Hadir diri ku bukanlah untuk
Menagih…. Janji semalam
Tidak sayangggg……
Maafkan daku jika …kaki ini
Yang melangkah terpaksa
meninggalkan diri mu
Bukan itu yang ku pinta
Mengertilah sayang dalam keterpaksaan
Daku melewati garisan penghujung kasih kita
Lambaian kasih mu….di dermaga penantian
Dapat ku rasakan …dikau tetap meletakkan
Diri ku di daerah yang pernah ku ditempatkan
Nun di sudut hati… bunga kerinduan tetap
Mekar di basahi rintik airmata
Terima kasih sayang…..
Ku hulurkan bersama iringan
Airmata yang lesu mengalir
Sendu tidak terucap takala
Kau lafazkan akulah permaisuri hati mu
Hati bergetar pabila kau sisipkan
Mawar merah ke telinga ku
Alunan madah kasih mu
Kau perdengarkan pada ku
Sewaktu senja melabuhkan layarnya
Dedaunan kasih kelayuan di pinggir kalbu
Kau hitung satu persatu di takbir hening malam
Daku tahu dikau terseksa di rantai di gelangi
Rindu yang sarat membungkam di jiwa
Apakan daya suratan takdir bisa menundukkan manusia
Sememangnya takdir yang menemukan kita
Hingga melahirkan bibit cinta yang ku fikirkan
Amat sukar dimengerti dengan bait kata-kata
Namun takdir juga yang memisahkan kita
Petualang cinta bahana dari kesilapan dikau dan daku
Kasih yang telah lama terjalin antara dikau dan aku
Terlerai di ambang hari bahagia kita
Kesilapan yang berlaku tidak
mungkin mengembalikan dikau ke sisi ku
menghangatkan kembali nafas cinta
Sayang…..maafkan daku…..
Semangnya kesilapan itu datang dari ku
Aku kah yang bersalah melahirkan kesangsian pada mu
Walaupun daku tahu , kita akan ke jinjang pelamin
Terpancul jua ia bagai igauan ngeri
Kemelut yang melanda di muara kasih
Kian bergelora….dan membawa dikau jauh dari sisiku
Kini aku ke seorangan meratapi nisan yang kaku berdiri
Menangisi pemergian mu tanpa restu diri ku ini…
Oh tuhan….. insan yang ku gelarkan sahabat, kekasih
Dan tidak berapa hari lagi akan ku gelarkan suami
Telah hilang dari pandangan……
Terlenakah dia ?? enggankah dia mengecapi impian bersama
Iringan doa ku hulurkan…. Air mawar ku sirami….
Tidurlah wahai sayang ku……moga dikau damai di alam berzakh
Lena ku kini tidak diulit mimpi - mimpi indah bersama mu
Segugus senyuman mu sudah cukup menenangkan ku
Gurauan senda mu mendamaikan hati yang lara
Ku tabahkan hati ..menyusuri hari yang bakal mendatang
Biarpun kau tiada di sisi ku , rasa cinta kita berdua
Sudah berpadu menjadi satu….dan itulah semangat yang ku ada
Langkah kaki ku longlai…untuk meninggalkan diri mu
Di daerah nun jauh di sana… doa ku pohon
Sebagai pelita menghiasi kegelapan di dunia baru
Itulah janji ku kepada mu….. selagi hayat dikandung badan
Nur kasih yang ku iringkan….bisa membuatkan dikau tenang
Ku pohonkan untuk melangkah pergi
Bersemadilah dikau …sayang ku
Hadir ku ke pusara mu
Seperti perindu sepi
Yang hanya menghitung hari
Menanti jendela hati ini terbuka kembali
Menerima kasih yang sebenar ku cari….